4 cara jitu untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Banyak orang yang menyalah artikan antara rasa gugup dengan rasa tak percaya diri yang terkadang pada waktu tertentu bisa melanda diri siapa saja.
Perasaan gugup adalah suatu keadaan dimana seseorang terjebak dalam kebingungan serta tak tahu harus berbuat apa. Kegugupan menandakan kita kurang persiapan.
Kegugupan mengundang ke khawatiran, namun perasaan gugup dapat diatasi dengan dua cara. Yang pertama adalah mempersiapkan diri dalam mengatasi situasi tak terduga.
Sedangkan yang kedua adalah membiasakan diri, seiring berjalannya waktu rasa gugup akan hilang dengan sendirinya.
Rasa gugup itu sifatnya manusiawi dan siapapun bisa mengalami kondisi ini. Betapapun kuatnya mental seseorang, pasti ia juga bisa mengalami kegugupan. Dan jika ada orang yang berkata dirinya tak pernah merasa gugup, sudah dapat dipastikan ia berbohong.
Lain halnya dengan rasa tak percaya diri. Rasa tak percaya diri berkaitan dengan mental seseorang. Seberapa kuat seseorang menerima suatu tekanan, dan juga bagaimana ia menghadapi tantangan.
Untuk melatih Sikap percaya diri, tak semudah mengatasi perasaan gugup. Namun di bawah ini ada empat cara jitu yang ampuh untuk mendorong tumbuhnya rasa percaya diri dalam diri seseorang.
1. Jadilah acuh tak acuh.
Yang dimaksud dengan "acuh" adalah, tak mesti kita harus mendengarkan pendapat orang lain. Kita perlu melakukan hal yang bisa menyenangkan diri sendiri meski orang lain tak setuju dengan apa yang kita pilih.
Mereka yang percaya diri sesungguhnya cenderung tak terlalu memperdulikan apa yang orang lain pikirkan. Selama apa yang kita perbuat tak merugikan ataupun menyalahi aturan yang berlaku, maka lakukan saja.
Contoh nyata jika kita merasa mengecat rambut adalah cara terbaik dalam mengekspresikan kebebasan, meskipun orang lain memandang tindakan kita kurang tepat ya LAKUKAN saja.
Rasa percaya diri berhubungan dengan kenyamanan dan perasaan senang yang ada pada diri seseorang. Jika kita sudah merasa nyaman terhadap diri sendiri, "sifat percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya."
Contoh lainnya adalah dengan cara menjaga penampilan sesuai dengan yang kita inginkan. Jika kamu suka menggondrongkan rambut, dan dengan itu kamu merasa jadi diri sendiri, jadilah seperti itu.
Jika bertato ataupun tak memiliki tato sama sekali adalah pilihan kita, maka lakukanlah terlepas dari apakah teman teman kamu akan menganggapmu sebagai orang yang kurang jantan akibat tak memiliki tato,
Atau bahkan jika kamu wanita dan berfikir memiliki tato adalah sesuatu yang spesial, lakukan saja sekalipun dengan itu kamu tak akan dipandang sebagai sosok yang sama lagi.
2. Kurangi interaksi dengan orang yang suka berargumen negatif tentang diri kita.
Salah satu faktor yang membuat rasa percaya diri kita jatuh adalah cibiran orang disekitar. ada dua tipe karakter yang suka mengkritik orang lain.
Yang pertama adalah tipe orang yang "TAK BERPENDIDIKAN." Orang orang seperti ini sering kali suka berbicara tanpa repot repot memikirkan sebab akibat ucapannya sendiri. Mereka juga suka memperdebatkan hal sepele akibak wujud dari ego pribadi yang tinggi.
Perlu diingat Siapa saja bisa melihat kesalahan seseorang. Namun jarang yang mampu mengakui kesalahannya sendiri. (Berjiwa besar). Jika pembaca bertemu orang bertipe seperti ini, abaikan dan kuraingi interaksi berlebih dengan mereka.
Tak ada gunanya berinteraksi dengan mereka yang suka mencibir orang lain. Karena hanya masalah serta berbagai hal negatif saja yang akan kita peroleh.
Ciri lain dari orang yang suka mencibir adalah, mereka "MEMPERTUHANKAN harta dan materi."
"Orang kaya merupakan orang berbudiman dan terpandang, sedangkan orang miskin hanyalah sampah." Merupakan motto hidup tipe karakter yang satu ini.
Pandangan ini akan selalu tercermin melalui kata serta kalimat yang mereka ucapkan
Sekali lagi jauhi orang orang yang menyebarkan pesan negatif seperti yang satu ini.
Tipe yang kedua adalah mereka yang ingin memotivasi diri kita supaya lebih maju. Meskipun terkadang seseorang melancarkan kritikan pedas secara langsung ke arah kita, besar kemungkinan mereka ingin membakar semangat kita agar kita jadi lebih baik.
Sakit memang... Namun di sisi lain tanpa adanya rasa sakit seorang tak mungkin bisa tumbuh apa lagi termotivasi untuk jadi lebih baik.
Kesimpulan yang bisa kita tarik ialah, jika kita mendapat komentar miring entah dari siapapun itu, dan karena hal tersebut menjatuhkan rasa percaya diri kita, cukup jauhi saja orang tersebut. Atau buktikan pada mereka suatu hari kita bisa jadi lebih baik dari mereka.
3. Terima diri apa adanya
Tak ada yang lebih penting selain berdamai dengan diri sendiri. betapapun kelemahan yang ada pada diri kita membuat semangat yang kita miliki menurun, menerima diri apa adanya merupakan langkah awal untuk membangun rasa percaya diri yang kuat.
Selama sesaat biarlah kita lupakan seperti apapun kelemahan dan kekurangan dalam diri. Entah itu masalah tinggi tubuh, warna kulit terlalu gelap, penampilan yang kurang menarik, serta banyak lagi lainnya.
Kedengarannya memang sederhana. Namun menerima diri apa adanya ketika keadaan sama sekali tak memihak diri kita bukanlah hal yang mudah untuk dipraktekkan.
Cara termudah adalah dengan pergi mencari berbagai kemungkinan baru. Pindah dan menetap ke lokasi yang baru, mencoba menekuni bidang pekerjaan yang baru, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi juga bisa menjadi pilihan.
Begitu kita mulai memasuki lingkungan baru, dengan pandangan yang berbeda, bertemu dan menjalin interaksi sosial dengan orang orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, akan membuat cara pandang kita terhadap suatu permasalahan jadi lebih berkembang.
Besar kemungkinan kita akan berjumpa dengan orang orang yang lebih sejalan pada lingkungan wilayah yang baru, serta di saat yang sama perlahan meninggalkan orang orang yang dulunya suka mengkritik diri kita.
Pada akhirnya seiring berlalunya waktu dan semakin bertambahnya usia, akan mulai tumbuh keyakinan dalam diri seseorang
"ternyata betapapun tak sempurnanya saya, akan selalu ada orang orang yang mau menerima saya, serta terbukti saya juga bisa unggul dari orang lain, dengan atau tanpa kekurangan yang ada pada diri saya ini."
4. Berhenti membanding bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Membandingkan diri dengan orang lain adalah salah satu cara yang dapat menghancurkan rasa nyaman yang ada pada diri sendiri.
Ketika kita melihat sosok kenalan yang jauh lebih sukses dari kita dalam kehidupannya, pikiran kita mulai menentang dan melawan dirinya sendiri.
Mulai menghakimi dan terlalu keras terhadap diri sendiri juga dapat membuat seseorang merasakan depresi yang amat berat.
Tak ada gunanya memikirkan perbandingan antara diri kita dengan orang lain. Jika kita mulai terjebak dengan situasi ini, segeralah kembali ke point nomor tiga yaitu "terima diri sendiri apa adanya."
Saya yakin 90% kebanyakan orang tanpa sadar sering kali menggunakan pikirannya untuk menentang dirinya sendiri. Untuk apa kita melawan diri sendiri?
Dari pada kita menggunakan pikiran untuk memberatkan diri sendiri, akan lebih baik jika kita merubah cara pandang ke arah yang lebih positif.
Pola pikir positif, dapat menghindarkan kita dari rasa putus asa selama melewati masa masa sulit. Jika kita merasa tak berdaya bahkan tak bisa berbuat apa apa dalam menghadapi situasi yang terjadi, Ingatlah.. seburuk apapun keadaan, selalu ada sisi positifnya bagi diri kita sendiri.
Komentar
Posting Komentar