Cara menggambarkan kesan horor di atas kertas.
Berikut ini saya memiliki sebuah gambar... gambar buatan sendiri..., meski tak begitu bagus, tapi o.k lah..
Gambar :
Dari gambar tersebut bisa kita lihat ada tiga tokoh figur. tokoh tokoh figur tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis yang berbeda.
pertama ada anak kecil yang masih terjaga dan orang dewasa yang dalam keadaan tertidur.
Sedangkan yang ke terakhir skaligus yang paling kontras, adalah se sosok makhluk menyerupai manusia, makhluk gaib Menunjukkan prilaku ketertarikan pada si anak kecil. (Ingin mengambil si anak... ingin menyentuhnya).
Jika dilihat lebih jelas lagi anak kecil ini juga dapat melihat dan memiliki ketertarikan atau rasa ingin tahu terhadap sosok gaib tersebut. Serta.... ternyata ia tidak sendirian.... anak kecil ini ditemani ular seekor ular. (Sebenarnya jika objek ular dihilangkan, mungkin saya berhasil memunculkan kesan horor yang dimaksudkan).
Apa itu "horor?" Mungkin sesuatu yang menakutkan, mengejutkan, mengerikan dan tak terduga kemunculannya. Tak terhentikan, tak berdaya untuk dihadapi.
"Lalu bagaimana caranya menghasilkan kesan horor di atas kertas?"
Sebelum kita menghasikan sesuatu yang horor, kita harus tahu.... apa saja unsur unsur yang mengakibatkan sebuah situasi jadi begitu kental tingkat ketegangannya.
Unsur unsur tersebut meliputi,
1. Dua tipe atau jenis figur karakter yang sangat bertolak belakang.
2. Salah satu karakter atau group kelompok karakter, begitu ditakuti. Begitu mendominasi keadaan, mempengaruhi hampir semua karakter yang ada.
Entah itu karena mereka atau si karakter antagonis memiliki sifat yang mengerikan, seperti kejam, keji, kanibal dan banyak lagi.
Bayangkan..... jika kita harus berada di tempat yang sepi atau gelap... seorang diri... bersama sosok yang mengancam keselamatan kita... tanpa ada siapapun yang menemani.... tanpa perlindungan atau persenjataan....
3. Karakter lain atau sebagian besar tokoh lainnya, tak berdaya jika dihadapkan dengan si figur antagonis. (Anak kecil, orang biasa, anak remaja, wanita lemah atau apa saja).
Terpojokkan, dihantui, dimanipulasi dan dipermainkan. Di buru, di mangsa, serta banyak lagi.
Tak bisa lari sehingga terpaksa harus melawan.
4. Ke dua tipe karakter menghasilkan situasi yang tak seimbang. Sangat timpang, sangat tidak adil.
Rumus ini banyak di aplikasikan pada film film horor. HINDARI menghadapkan dua karakter yang sama sama powerfull.. sama sama tangguh, sama sama mematikan.
Hal ini akan menghilangkan kesan horor..., beralih ke situasi penuh aksi dan pertentangan.
Misalkan saja : seorang anak remaja, terjebak di sebuah bangunan bersama kanibal atau alien atau mungkin psikopat. (Terkesan horor).
Namun tiba tiba entah dari mana, dari udara kosong muncul sosok super hero Batman misalkan. Penuh aksi dan upaya tak ketinggalan tipu daya muslihat melawan balik si makhluk antagonis. (Jadinya Bukan lagi kisah horor).
Sebisa mungkin, gambarkan...
Terpampang seolah si karakter baik sangat tidak pantas mengalami situasi naas tersebut.
Hal ini dapat dengan mudah menarik simpati si pemirsa. Atau penyimak, atau siapa saja yang melihat gambar kita.
Jika penyimak atau siapapun yang menyaksikan apa yang telah kita gambarkan, dapat merasakan kondisi skaligus posisi dari si tokoh protagonis, merasa simpati atau merasakan takut,
Berarti metode ini berhasil dengan sukses.

Komentar
Posting Komentar