4 hal ini baru akan kita sadari begitu mulai tumbuh dewasa sepenuhnya.


GedeWidiana.blogspot.com


Proses pertumbuhan merupakan hal yang di alami oleh setiap orang, dan tak satupun dari kita yang mampu menghindari fase yang satu ini. Pada umumnya,

setelah melewati usia belasan tahun seseorang akan mulai memasuki tahapan pendewasaan di mana banyak hal yang perlahan namun pasti akan berubah, entah itu orang terdekat, lingkungan sekitar, bahkan diri kita sendiri.

Dibawah ini ada empat point penting yang hanya disadari oleh mereka yang telah beranjak dewasa sepenuhnya.


1. Lakukan berbagai hal selagi muda, fokuslah pada apa yang kamu sukai dan berhentilah membuang buang waktu. 

Jika kamu masih dalam usia belasan tahun, mungkin hal ini bukanlah masalah besar. Ketika kita masih duduk di bangku sekolah, waktu luang terasa tak terbatas. Banyak hal yang bisa kita kerjakan,

Segalanya hanya tentang kesenangan. Lalu apa yang terjadi begitu kita memasuki usia puluhan tahun, kita mulai memasuki dunia kerja lulus dari sekolah menengah, atau mungkin memilih meneruskan pendidikan di bangku kuliah sambil menekuni pekerjaan sampingan.

Disibukkan oleh keseharian waktu luang untuk diri sendiri jadi semakin berkurang. Pada tahapan inilah kita mulai merindukan masa masa kecil terdahulu.

Jika pembaca merasa ternyata waktu yang anda miliki semakin menipis, itu bukanlah hayalan dan memang benar adanya. Penting sekali bagi seseorang untuk menyadari betapa berharganya waktu itu sendiri.

Karena waktu yang telah hilang tak akan pernah kembali, jadi begitu kita memasuki usia puluhan dan mulai menyadari kemana seluruh waktu saya pergi? Dan apa yang telah saya kerjakan selama ini?

Mengapa hidup saya tetap begini? sementara orang sekitar saya mulai sukses, menikah atau memulai hidup baru? Disinilah seseorang harus mencari dan menekuni suatu bidang yang ia sukai, dan berhenti membuang buang waktu.

Jika kita terus melakukan sesuatu hanya untuk sekedar mendapatkan kesenangan sesaat saja, suatu hari kita akan disadarkan dengan semakin hari usia akan makin terus bertambah, namun kita tetap tak mencapai prestasi apapun.

Sebaliknya apabila seseorang menekuni suatu bidang secara terus menerus, dalam jangka waktu yang cukup lama, pada akhirnya ia akan jadi orang yang ahli dalam bidang tersebut. Dan bisa saja, suatu hari entah kapan saat itu akan tiba,

Ada orang yang rela membayar kita dengan bayaran tinggi hanya untuk membeli jasa kita. Karena kita memiliki skill tersebut.

Menekuni sesuatu jauh lebih baik membuang buang waktu.


2. Segalanya akan berakhir sebagai kenangan. 

Mau tak mau pekerjaan dan kesibukan akan menjauhkan seseorang dengan orang orang yang dekatnya. Seperti keluarga maupun kerabat dekat kita misalnya.

Sering kali demi memperoleh sebuah pekerjaan atau melanjutkan Study, kita harus pergi meninggalkan tanah kelahiran kita. Hal yang sama juga akan di alami oleh sosok yang sempat jadi sahabat karib kita.

Beberapa orang akan memilih bekerja. Sedangkan sebagian mungkin akan mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan. Dan sisanya bisa saja akan melanjutkan hidup mereka dengan cara menikah dan memulai awal yang baru.

Semuanya sah sah saja karena hidup itu sendiri adalah pilihan. Mungkin pada awalnya fase peralihan hidup yang begitu cepat, akan membuat sebagian dari kita merasa depresi sesaat, atau bahasa lain merasa belum siap akan perubahan yang sedang terjadi.

 Namun apabila kita telah menekuni kebiasaan baru ini dalam jangka waktu yang cukup lama, pada akhirnya kita juga akan terbiasa serta tak ada lagi masalah dengan hal itu.

Orang  orang singgah dan pergi dari hidup kita.

Setelah berbagai hal baru yang kita lalui, kemungkinan besar kita akan bertemu kembali dengan kenalan sebelumnya atau sahabat karib kita yang lama.

Beberapa dari mereka mungkin masih memandang dan memperlakukan kita dengan cara yang sama seperti halnya yang sudah kita kenal dulu. Contohnya ketika tak sengaja bertemu teman sekelas ketika masih disekolah dulu.

Kita bisa saling bertukar cerita atau tertawa bersama mengenang masalalu, saling mendukung guna mencapai kesuksesan bersama, atau saling menyemangati satu sama lain.

Namun jangan heran apabila kita bertemu kenalan lama yang mungkin dulunya begitu dekat dengan diri kita, saat ini telah berubah dan seolah mereka adalah orang asing yang tak pernah bertemu kita sebelumnya.

Beberapa orang mungkin akan berubah dan tak lagi menganggap kita sebagai sosok yang berarti seperti terdahulu. Hal ini juga merupakan hal yang wajar dan terjadi pada siapa saja.

Percaya ataupun tidak, perlahan namun pasti kita juga akan berubah. Baik itu akibat proses pertumbuhan dan penuaan, ataupun akibat dari setiap kejadian yang sudah menimpa diri kita.

Cara kita memandang seseorang maupun suatu permasalahan tak akan pernah sama lagi. Mungkin kita akan mulai menyadari siapa diri kita yang sesungguhnya begitu sudah dewasa. Mendapatkan sahabat karib yang baru skaligus kehilangan sahabat yang lama.

Orang yang dulunya hidup dalam kesusahan namun akhirnya berhasil memajukan taraf hidupnya, kemungkinan besar akan berubah dari segi pandangan maupun prilakunya.

Begitu pula apabila seandainya  orang terdekat berhasil sukses namun ternyata kita belum mampu sampai pada tingkat mereka. Jangan heran jika nantinya mereka akan memperlakukan kira dengan cara yang berbeda.

Suka ataupun tidak suka memang begitulah kehidupan yang harus dijalani.

3. Beban dipundak serasa makin berat. 

Semakin usia bertambah, semakin kita dituntut untuk hidup mandiri. Tak seperti semasa kecil dimana ada sosok orang tua yang akan selalu mendukung dan menuntun diri kita.

Begitu kita mulai beranjak dewasa, perlahan dukungan orang tua akan mulai berkurang dan pada akhirnya seorang anak harus bisa menanggung hidupnya sendiri.

Dimulai dengan belajar hidup jauh dari orang tua dan keluarga. tujuan dari hal ini adalah untuk membuat kita tak terlalu ketergantungan.

Belajar menghidupi diri sendiri dengan cara mengambil pekerjaan, membeli barang yang kita kehendaki dengan hasil jerih payah sendiri. Juga merupakan taraf pembelajaran yang penting.

Tak perduli seberapa kaya ataupun miskinnya latar belakang keluarga seorang anak. "Kerja keras untuk menperoleh apa yang diinginkan" merupakan prinsip yang harus kita tanamkan dalam diri sejak dini.

Proses ini akan terus berlanjut hingga akhirnya seseorang memasuki masa berkeluarga atau berumah tangga.

Begitu kita telah berkeluarga ataupun sudah menikah, segala hal akan semakin kompleks dan semakin berat. Segala tindakan maupun pilihan yang sudah dijalani, harus dipertanggung jawabkan sendiri konsekuensinya.

Berkeluarga berarti, segalanya bukan lagi hanya tentang diri kita sendiri. Melainkan seluruh keluarga menjadi beban dan tanggung jawab kita.

Misalkan ketika kita ingin membeli sebuah barang yang sifatnya pribadi. Tak masalah apabila orang tersebut masih lajang. Seseorang bisa membeli barang tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Namun beda halnya dengan orang yang telah berkeluarga. Kepentingan pribadi tidak lagi menjadi sesuatu yang utama, melainkan kepentingan keluarga bersama yang lebih diutamakan.


4. Kesalahan dan kegagalan adalah sahabat karib kita yang baru. 


"Jika kita berhasil mencapai kesuksesan, orang terdekat kita akan menyadari siapa diri kita yang sesungguhnya." 

"Namun sebaliknya, apabila orang yang kita kenal berhasil dalam tahap hidupnya, kita akan sadar siapa dia yang sesungguhnya". 

Entah seseorang mengakuinya ataupun tidak, kesuksesan adalah suatu hal yang sangat penting dalam tarap hidup itu sendiri.

"Mengapa demikian?" 

"Apakah materi satu satunya hal yang menentukan baik, buruk, ataupun mulianya seseorang?"
Jawaban dari pertanyaan di atas tentu saja "TIDAK".

"Materi bukanlah segala galanya namun di zaman sekarang, dengan dukungan materi, lebih banyak kebaikan yang bisa kita wujudkan".

Kita tak bisa menolong orang yang berada dalam kesusahan hanya dengan mengandalkan perasaan simpati maupun rasa kasihan.

Yang perlu kita lakukan adalah bertindak dan meringankan beban mereka yang memerlukan bantuan. Namun "sayangnya" di zaman ini, bahkan untuk membantu seseorang kita memerlukan apa yang disebut dengan "MATERI".

Jika mulai timbul pertanyaan dalam pikiran kita, "apakah saya harus sukses?"

Maka jawabannya adalah "Ya saya harus sukses. Karena dengan kesuksesan, saya bisa melakukan kebaikan yang lebih besar, dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik".

Lalu bagaimana caranya untuk mencapai kesuksesan? Apapun bentuk kesuksesan itu, (namun yang terutama adalah kesuksesan finansial) seseorang harus melakukan KESALAHAN, dan mengalami pahitnya KEGAGALAN terlebih dahulu.

iniliah yang akan kita sadari begitu kita menuju proses pendewasaan sepenuhnya. Point nomor empat di atas. "Kesalahan dan kegagalan adalah sahabat karib kita yang baru".

Kesuksesan adalah bagian dari proses pembelajaran. Sedangkan cara terbaik untuk mencapai kesuksesan adalah, dengan belajar dari kegagalan.

"Jangan meniru dan menduplikasi jejak kesuksesan seseorang".  

Ini merupakan pelajaran berharga yang saya alami langsung dalam hidup pribadi sendiri. Pada awalnya saya berpikir dengan meniru jejak seorang yang telah berhasil. Namun apa yang terjadi??. GAGAL TOTAL merupakan apa yang saya peroleh.

Ternyata apapun jalan kesuksesan itu, segalanya tak bisa didapat dengan cara instant. Semuanya harus diraih dengan kerja keras serta proses panjang.

Jadi jangan pernah percaya pada sesuatu yang terlalu indah untuk jadi kenyataan karena itu tak lebih dari sekedar kebohongan.
Dan terkadang apa yang bekerja untuk seseorang, belum tentu cocok dengn diri kita.

Akibat dari saya tak menyukai bidang yang bersangkutan, saya tak tahan dengan prosesnya, dan memilih untuk menyerah.

"Pain is always be a good thing" 
(Rasa sakit selalu menjadi hal terpenting). 

Semua orang yang kenal dengan diri saya, menyalahkan saya. Menganggap saya kurang tahan banting. Tidak tekun, berjiwa lemah, tidak becus, membuang buang waktu dan materi.

Well.. siapapun yang mengalami apa yang seperti saya alami, tentunya akan merasakan depresi bahkan sakit hati. Di satu sisi, itu merupakan hal yang buruk dan menyakitkan. Namun di sisi lainnya,

Ternyata Semakin kita dilabeli sebagai orang yang gagal, direndahkan, dibanding bandingkan dengan orang lainnya, secara tak langsung semakin tumbuh pula hasrat dalam diri kita untuk menunjukkan kita bisa menjadi orang yang sukses.

MEMBUKTIKAN bahwa keyakinan kita tidaklah salah. Hasrat inilah yang akan terus mendorong seseorang untuk mencari berbagai cara dalam mewujudkan kesuksesan itu sendiri.

"Jangan terlalu mendengarkan nasehat orang lain, namun dengarkan kata hati itu sendiri." 

Fakta bahwa kita tak akan pernah bisa menuruti keinginan setiap orang, merupakan satu lagi hal yang harus disadari dalam hidup ini.

Jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena kita inigin menyenangkan seseorang. Jangan pernah menentukan pilihan hanya karena itu adalah kehendak orang tua kita sendiri.

Tapi lakukanlah apa yang kata hati kita sarankan. Lakukanlah apa yang kita sukai dan membuat diri sendiri bahagia, serta buktikan.. bahwa dengan memilih jalan ini kita bukan hanya sekedar bisa meraih keberhasilan. Bahkan kita juga bisa menginspirasi orang lain berkat apa yang kita lakukan.

"Jangan mengikuti trend". 

Menurut definisi saya sendiri, trend tak lebih dari sekedar apa yang banyak orang tiru atau duplikasi, hanya karena banyak orang yang sukses dalam melakukannya.

Trend mungkin akan cocok untuk kebanyakan orang, namun besar kemungkinan itu tak cocok dengan diri kita. Atau pembaca juga bisa mencoba meniru kisah sukses seseorang dan mencari tahu sendiri apakah anda cocok dengan itu ataukah tidak.

Tak ada yang salah dengan mencoba dan melakukan kesalahan. Nyatanya tanpa kesalahan seorang tak mungkin bisa berhasil.

"Tanyakan pada diri sendiri bidang apa yang saya sukai." 

Sebelum menentukan karir ada baiknya kita memikirkan dengan matang apa yang paling kita sukai, dan apa yang bisa kita tekuni dalam jangka panjang.

Ketekunan merupakan modal utama dalam kesuksesan apapun bentuk kesuksesan itu. Tanpa menyukai bidang yang kita kerjakan, tak mungkin seseorang bisa tekun apalagi sukses.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara menggambarkan kesan horor di atas kertas.

4 cara jitu untuk meningkatkan rasa percaya diri.